TUMBUH SPACE

Living Laboratory: Community Garden &
Micro-Forest Healing Space

Tumbuh Space adalah ruang belajar hidup berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Talk Mental Health Indonesia (TMH.id) di Bantul, Yogyakarta.

Ruang ini menggabungkan dukungan kesehatan mental berbasis keberdukaan (grief-informed), therapeutic gardening, ekspresi kreatif, dan kepemimpinan anak muda untuk membangun kesejahteraan, ketahanan, dan rasa keterhubungan dengan alam serta komunitas.

Tumbuh Space dirancang sebagai living laboratory — sebuah ruang eksperimen sosial tempat anak muda dapat belajar, merawat, berefleksi, dan bertumbuh bersama.

Mengapa Tumbuh Space Dibutuhkan

Banyak anak muda saat ini hidup dengan tekanan yang tidak selalu terlihat.

Kehilangan tidak selalu berbentuk kematian. Ia dapat hadir sebagai kehilangan rasa aman, konflik keluarga, tekanan akademik, ketidakpastian ekonomi, keterputusan relasi, bahkan kecemasan terhadap masa depan dan perubahan lingkungan.

 

Sayangnya, ruang aman untuk memproses pengalaman emosional tersebut masih sangat terbatas.

Sebagian layanan kesehatan mental bersifat klinis, mahal, atau masih distigmatisasi. Di sisi lain, ruang komunitas yang memungkinkan anak muda untuk belajar mengelola emosi secara aman dan alami masih jarang tersedia.

 

Tumbuh Space hadir sebagai alternatif yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan berkebun, praktik kreatif, refleksi kelompok, dan kegiatan komunitas, anak muda diajak untuk kembali terhubung dengan tubuh, alam, dan satu sama lain.

Di sini, keberdukaan tidak disembunyikan — tetapi diolah menjadi kekuatan untuk bertumbuh.

Tujuan Program

Tumbuh Space bertujuan membangun ruang komunitas yang membantu anak muda:

  • Memahami dan memproses emosi serta pengalaman kehilangan secara sehat

  • Mengembangkan keterampilan ketahanan diri (resilience)

  • Menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap diri dan komunitas

  • Membangun kepemimpinan anak muda dalam mendukung kesejahteraan bersama

  • Menghubungkan kesehatan mental dengan kepedulian terhadap alam dan lingkungan

Siapa yang Dilayani

Kelompok Utama

Anak muda usia 13–24 tahun di Yogyakarta, termasuk:

  • Pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa

  • Anak muda yang tidak sedang bersekolah

  • Anak muda dengan akses terbatas terhadap ruang aman dan dukungan kesehatan mental

Kelompok Pendukung

Program ini juga melibatkan:

  • Orang tua dan keluarga

  • Guru dan pekerja muda

  • Komunitas lokal dan organisasi masyarakat

  • Mitra lingkungan dan kreatif

Apa yang Membuat Tumbuh Space Berbeda

  • Pendekatan berbasis keberdukaan (grief-informed)
    Banyak tekanan emosional anak muda sebenarnya berakar pada kehilangan yang tidak terucapkan—kehilangan rasa aman, harapan, kepercayaan, atau relasi. Program ini membantu mengenali dan memproses pengalaman tersebut secara aman.
  • Alam sebagai bagian dari proses penyembuhan
    Kebun komunitas menjadi ruang untuk belajar merawat kehidupan. Melalui proses menanam, merawat, dan memanen, anak muda belajar tentang proses tumbuh, kesabaran, dan pemulihan.
  • Non-klinis dan berbasis komunitas
    Program ini bukan terapi klinis. Ia dirancang sebagai ruang komunitas yang aman, inklusif, dan bebas stigma.
  • Kreativitas sebagai bahasa emosi
    Ekspresi kreatif seperti journaling, collage, body mapping, dan storytelling membantu anak muda mengekspresikan pengalaman yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Jalur kepemimpinan anak muda

Peserta tidak hanya menjadi penerima manfaat.
Sebagian dari mereka akan dilatih menjadi peer facilitator, storyteller, dan penggerak komunitas.

Komponen Utama Program

Living Laboratory Garden

Ruang kebun yang menjadi pusat kegiatan program, termasuk:

  • Kebun terapeutik untuk tanaman pangan dan tanaman obat

  • Area kompos dan pembelajaran pengelolaan sampah

  • Ruang refleksi dan circle space untuk diskusi kelompok

  • Sudut kreativitas untuk kegiatan eco-creative seperti zine making dan nature journaling

  • Jalur penghubung antar lahan yang digunakan untuk kegiatan sensory walk dan walk-and-talk

Youth Cohort Journey

Program pembelajaran berbasis kelompok yang menggabungkan:

  • Literasi emosi dan pemahaman tentang keberdukaan

  • Latihan regulasi diri melalui napas, gerak tubuh, dan grounding

  • Rutinitas berkebun sebagai praktik perawatan diri

  • Refleksi kreatif seperti journaling, collage, dan storytelling

  • Lingkar dukungan sebaya dengan fasilitasi yang aman

Community Garden Days

Kegiatan terbuka bagi komunitas yang dilakukan secara berkala, seperti:

  • Hari merawat kebun bersama

  • Eco-creative lab (seni berbasis alam)

  • Makan bersama komunitas

  • Pameran kecil yang menampilkan perjalanan kreatif anak muda

Youth Leadership Program

Sekitar 15–20% peserta akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk menjadi:

  • fasilitator sebaya

  • storyteller komunitas

  • penggerak kegiatan kebun komunitas

Pelatihan ini mencakup dasar fasilitasi kelompok, prinsip trauma-informed, etika bercerita, dan keterampilan regulasi diri.

Kolaborasi Komunitas

Tumbuh Space juga menjadi ruang pertemuan berbagai pihak untuk belajar bersama, seperti:

  • sekolah dan organisasi anak muda

  • komunitas lingkungan dan petani lokal

  • praktisi kesehatan mental

  • seniman dan kolektif kreatif

Melalui dialog dan kolaborasi, program ini bertujuan memperkuat ekosistem kesejahteraan anak muda di tingkat lokal.

Dampak yang Diharapkan

Dampak jangka pendek

  • Anak muda memiliki pemahaman emosi yang lebih baik

  • Meningkatnya rasa aman dan keterhubungan sosial

  • Lebih terbuka untuk mencari dukungan ketika mengalami kesulitan

Dampak jangka menengah

  • Meningkatnya keterampilan coping dan regulasi emosi

  • Anak muda mulai mengambil peran aktif dalam kegiatan komunitas

  • Fasilitator sebaya mulai memimpin kegiatan dengan pendampingan

Dampak jangka panjang

  • Terbangunnya model ruang komunitas berbasis alam dan kesehatan mental yang dapat direplikasi

  • Meningkatnya kohesi sosial dan kepedulian terhadap lingkungan

  • Terbentuknya ekosistem kolaborasi untuk kesejahteraan anak muda

Pendekatan Keamanan dan Etika

Tumbuh Space menerapkan pendekatan trauma-informed dan do-no-harm, dengan prinsip:

  • kesukarelaan dan persetujuan (consent) dalam setiap kegiatan

  • fasilitasi yang aman dan terlatih

  • batasan yang jelas bahwa program ini bukan terapi klinis

  • sistem rujukan jika peserta membutuhkan dukungan profesional

  • protokol keamanan untuk kegiatan luar ruang

Keberlanjutan Program

Tumbuh Space dirancang sebagai ruang komunitas yang dapat berkembang secara berkelanjutan melalui:

  • kemitraan dengan organisasi lokal dan sekolah

  • dukungan hibah dan donasi komunitas

  • kontribusi sukarelawan dan kepemimpinan anak muda

  • kegiatan kreatif dan edukatif berbasis komunitas

Dengan pendekatan ini, Tumbuh Space diharapkan menjadi ruang belajar hidup yang terus tumbuh bersama komunitasnya.

Together, we can make a difference in the mental health landscape for young people across Indonesia!