GROW PROJECT
GROW Project
Grief-informed Resilience, Ownership & Wellbeing
GROW adalah program komunitas yang dirancang untuk mendukung anak muda dalam memahami dan memproses pengalaman kehilangan, mengembangkan kemampuan regulasi emosi, serta membangun koneksi yang sehat dengan diri sendiri dan orang lain.
Program ini menggunakan pendekatan psychoeducation, praktik regulasi berbasis tubuh (somatic practices), ekspresi kreatif, serta dukungan sebaya (peer support) dalam ruang yang aman dan non-klinis.
GROW hadir sebagai ruang belajar dan refleksi bagi anak muda untuk memahami bahwa emosi dan keberdukaan adalah bagian alami dari kehidupan—dan bahwa mereka tidak harus melewatinya sendirian.
Tentang Program
GROW (Grief-informed Resilience, Ownership & Wellbeing) adalah program berbasis komunitas yang dikembangkan oleh Talk Mental Health Indonesia (TMH.id) di Yogyakarta.
Program ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak anak muda mengalami tekanan emosional dan kehilangan yang sering tidak terlihat atau tidak dibicarakan secara terbuka. Kehilangan tidak selalu berkaitan dengan kematian. Banyak anak muda menghadapi apa yang sering disebut sebagai “everyday grief” — kehilangan rasa aman, perubahan relasi, tekanan akademik atau ekonomi, kehilangan arah hidup, atau harapan terhadap masa depan.
Dalam konteks di mana stigma terhadap kesehatan mental masih cukup kuat, banyak anak muda memilih untuk memendam perasaan mereka. Emosi yang tidak diproses sering muncul dalam bentuk lain seperti kelelahan emosional, mati rasa, kemarahan, perilaku berisiko, atau menarik diri dari lingkungan sosial.
GROW dikembangkan untuk menjawab kebutuhan ini dengan menyediakan ruang belajar yang aman, praktis, dan berbasis komunitas, sehingga anak muda dapat:
memahami emosi mereka dengan lebih baik
mempelajari keterampilan regulasi diri
terhubung dengan sesama
menemukan cara mengekspresikan pengalaman mereka secara sehat
Kenapa GROW?
Banyak anak muda menghadapi pengalaman kehilangan atau tekanan emosional tanpa memiliki ruang yang aman untuk memprosesnya.
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
Emosi dan keberdukaan sering dianggap sebagai sesuatu yang harus ditahan atau disembunyikan
Anak muda sering tidak memiliki bahasa atau keterampilan untuk memahami dan mengekspresikan emosi mereka
Akses terhadap layanan kesehatan mental formal masih terbatas karena biaya, stigma, atau ketersediaan layanan
Banyak dukungan yang tersedia bersifat terlalu klinis, sehingga terasa jauh dari kehidupan sehari-hari anak muda
Tanpa dukungan awal yang tepat, tekanan emosional dapat mempengaruhi kesejahteraan, hubungan sosial, serta partisipasi anak muda dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan komunitas.
GROW dirancang sebagai intervensi awal berbasis komunitas yang membantu anak muda membangun kapasitas emosional sebelum masalah berkembang menjadi lebih kompleks.
Program Goals
Tujuan utama GROW adalah memperkuat resiliensi emosional dan kesejahteraan anak muda melalui pendekatan yang inklusif, praktis, dan berbasis komunitas.
Program ini bertujuan untuk:
meningkatkan literasi emosi dan keberdukaan pada anak muda
memperkenalkan alat regulasi diri yang praktis dan berbasis tubuh
membangun koneksi dan dukungan sebaya yang sehat
membuka ruang bagi anak muda untuk mengekspresikan pengalaman mereka secara kreatif dan aman
mengembangkan potensi kepemimpinan sebaya (peer leadership) bagi sebagian peserta yang ingin melanjutkan keterlibatan mereka dalam komunitas
Who the Program Supports
Program GROW ditujukan terutama untuk: Anak muda usia 13–24 tahun (atau hingga 18–35 tahun tergantung konteks program)
Terutama mereka yang:
- menghadapi tekanan emosional atau pengalaman kehilangan
- memiliki keterbatasan akses terhadap dukungan kesehatan mental formal
- membutuhkan ruang aman untuk belajar, berbagi, dan terhubung dengan orang lain
Program ini menggunakan model cohort kecil untuk memastikan keamanan dan kualitas pengalaman peserta.
Setiap siklus program biasanya melibatkan sekitar 25–40 peserta.
Program Approach
GROW menggunakan pendekatan yang trauma-informed dan grief-informed, dengan prinsip utama:
ruang aman dan non-judgmental
partisipasi berbasis pilihan (participants may choose to share or pass)
bahasa yang sensitif terhadap budaya dan pengalaman individu
pendekatan non-klinis yang praktis dan mudah diakses
kesiapan rujukan jika peserta membutuhkan dukungan profesional
Program ini menggabungkan beberapa elemen utama:
Grief & Emotion Literacy
Peserta mempelajari bagaimana emosi dan keberdukaan bekerja dalam tubuh dan pikiran, serta bagaimana mengenali respons emosional yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Nervous System Regulation
Peserta diperkenalkan pada teknik sederhana untuk menenangkan sistem saraf, seperti latihan pernapasan, grounding, gerakan tubuh yang lembut, dan praktik kesadaran tubuh.
Creative Reflection
Ekspresi kreatif digunakan sebagai media refleksi diri melalui aktivitas seperti journaling, therapeutic art, collage, atau menulis surat untuk diri sendiri.
Peer Connection
Melalui proses kelompok yang aman, peserta membangun empati, keterampilan mendengarkan, dan koneksi yang sehat dengan sesama.
Pathway to Youth Leadership
Sebagian kecil peserta yang menunjukkan minat dapat melanjutkan keterlibatan mereka dalam jalur peer facilitator atau storyteller, dengan pelatihan dasar tentang etika dukungan sebaya dan batasan yang sehat.
Supporting Initiatives
Sebagai bagian dari ekosistem program GROW, Talk Mental Health Indonesia juga mengembangkan beberapa inisiatif pendukung yang membantu memperluas ruang refleksi, ekspresi, dan koneksi bagi anak muda.
Grief Box
Ruang ekspresi anonim yang memungkinkan anak muda menuliskan pengalaman kehilangan, emosi, atau refleksi pribadi mereka tanpa rasa takut dihakimi.
Support Groups
Ruang pertemuan berbasis komunitas di mana individu dengan pengalaman atau tantangan yang serupa dapat berkumpul untuk saling mendengarkan, berbagi, dan memberi dukungan secara aman.
Program Format
Program GROW biasanya diselenggarakan dalam format cohort selama 6 minggu, dengan pertemuan mingguan selama sekitar 2–3 jam.
Setiap sesi difasilitasi oleh:
fasilitator dari tim Talk Mental Health Indonesia
co-facilitator terlatih
seorang youth support person untuk memastikan keamanan emosional peserta
Program dilaksanakan di ruang komunitas yang ramah bagi anak muda di wilayah Yogyakarta dan Bantul.
Expected Outcomes
Melalui program ini, peserta diharapkan dapat:
memahami pengalaman emosi dan keberdukaan mereka dengan lebih baik
memiliki keterampilan dasar untuk mengatur stres dan emosi
merasa lebih terhubung dan tidak sendirian dalam pengalaman mereka
menemukan cara yang sehat untuk mengekspresikan diri
lebih terbuka untuk mencari dukungan ketika dibutuhkan
Pada tingkat komunitas, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bahwa membicarakan emosi dan keberdukaan adalah sesuatu yang normal dan penting bagi kesehatan mental.
Safeguarding & Ethical Practice
Untuk memastikan keamanan peserta, program GROW menerapkan beberapa prinsip penting:
proses informed consent untuk partisipasi dan dokumentasi
kesepakatan kerahasiaan dalam kelompok
hak peserta untuk tidak berbagi pengalaman pribadi (right to pass)
kehadiran youth support person untuk dukungan emosional
protokol rujukan ke layanan profesional jika diperlukan
Penting untuk dicatat bahwa dukungan sebaya bukanlah terapi, melainkan ruang komunitas untuk belajar dan saling mendukung.
Sustainability
GROW dirancang sebagai program yang dapat diulang dalam beberapa siklus setiap tahun.
Ke depan, program ini juga akan terhubung dengan inisiatif Tumbuh Space, sebuah ruang komunitas berbasis alam di Bantul yang mengintegrasikan kesehatan mental, kreativitas, dan koneksi dengan lingkungan sebagai bagian dari proses pemulihan dan pertumbuhan.
Melalui kombinasi program komunitas, kolaborasi lokal, serta dukungan dari mitra dan donor, GROW diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak muda.
